TRAVEL-SCHAFFHAUSEN

Schaffhausen, antara Air Terjun dan Bisnis

Posted on Posted in blog, travel

Tukang-jalan.com [Kompas 20 November 2015|Oleh: Chris Pudjiastuti]-Rheinfall bisa dicapai dengan bus umum dari Schaffhausen. Air terjun selebar 150 meter, tinggi 23 meter, dan kedalaman 13 meter itu menarik sekitar 1,6 juta pengunjung per tahun. Selain buih-buih dan gelombang air yang tinggi, jernihnya air memungkinkan kita melihat ikan, bebatuan, dan tanaman di dalam air.

Pengunjung yang ingin menyentuh airnya bisa berperahu di sekitar air terjun. Dengan berjalan kaki pun kita bisa menikmati gemuruhnya air. Di kejauhan, nun di atas bukit berdiri kastil Schloss Laufen, sedangkan di dataran rendahnya ada kastil kecil yang disebut Schlossli Worth. Kedua kastil itu kini menjadi restoran.

Untuk mendapatkan foto terjelas Rheinfall, pengunjung harus “mendaki” bukit yang letaknya terdekat dengan air terjun. Ada lebih dari 90 anak tangga untuk mencapainya. Di sini kita pun bisa merasakan percikan air terjun yang mengguyur tubuh. Sementara pemandangan dari Schloss Laufen berupa air terjun berlatar belakang kehijauan rerumputan dan pohon-pohon tinggi di sekitarnya.

Patricia Seif dari Schaffhauserland yang memandu kami mengatakan, “Dibutuhkan dana sebesar 15 juta euro untuk membangun infrastruktur di sekitar Rheinfall, termasuk lift untuk mereka yang berkebutuhan khusus.”

Tanpa pemandu wisata pun, kita bisa menikmati Rheinfall dan kisah yang berkaitan dengan air terjun ini. Informasi seputar debit air terjun, sedimentasi yang terjadi dari waktu ke waktu, hingga jam buka restoran terpasang jelas pada beberapa papan di daratan sekitar air terjun.

Menyusuri sungai

Dari salah satu pelabuhan di Schaffhausen, kami menumpang kapal dan menikmati perjalanan menyusuri Sungai Rhein menuju kota tua Stein am Rhein. Selain rerumputan dan pohon-pohon hijau, ada lenguhan sapi-sapi lengkap dengan bel di lehernya.

Singgah di kastil Burg Hohenklingen sekaligus restoran yang berlokasi di perbukitan, kami menikmati pemandangan di sekitar Danau Konstanz dan Stein am Rhein. Burg Hohenklingen berkali-kali berubah fungsi, mulai rumah tinggal hingga biara. Bangunannya pun mengalami berkali-kali renovasi, terakhir tahun 2005-2007.

Kawasan Stein am Rhein dikelilingi tembok tinggi. Salah satu ciri khasnya, antar-bangunan dipisahkan semacam gang selebar sekitar satu meter. Kota lama yang berdiri pada abad pertengahan ini, menurut pemandu wisata kami, Babis Bistolas, semula memiliki tiga menara. Namun, satu menaranya roboh akibat bom yang dijatuhkan pihak Sekutu melawan Nazi.

kAawasan# Kawasan tua Stein am Rhein dilihat dari kastil Burg Hohenklingen yang kini digunakan sebagai restoran.

“Pada masa itu banyak produk di kota ini yang menunjang kebutuhan Nazi,” kata Bistolas sambil membawa kami berkeliling Stein am Rhein yang kondisi bangunannya dipertahankan seperti pada abad pertengahan. Kala itu Stein am Rhein antara lain menghasilkan anggur, gandum, dan produk pertanian lain, serta produk peternakan.

Bekas biara yang sudah ada sejak tahun 1825, misalnya, kini menjadi Klostermuseum St Georgen. Dulu, tempat ini digunakan untuk mengolah minuman anggur merah dan membuat keju. Sampai sekarang di museum ini tersimpan antara lain tong-tong kayu besar untuk pembuatan anggur merah.

Perkantoran

Schaffhausen2Selain wisata alam dan sejarah, Schaffhausen yang terletak di wilayah utara Swiss ini juga dikembangkan sebagai kota bisnis. Patricia Seif bercerita, beberapa tahun belakangan ini dibangun gedung-gedung perkantoran di Schaffhausen yang bisa ditempuh sekitar 40 menit dari Zurich.

“Bila dibandingkan dengan Zurich, biaya hidup di Schaffhausen relatif lebih murah. Kami memperkirakan biaya hidup di kota ini lebih murah sekitar 10 persen dari Zurich. Dari bandara internasional Zurich ke Schaffhausen hanya 30 menit. Kota ini dekat dengan Jerman dan bisa dibilang berada di pusat Eropa,” kata Seif.

Mungkin karena itulah, mereka yang bekerja di Zurich pun sebagian memilih tetap tinggal di Schaffhausen. Pilihan jam keberangkatan kereta dari Schaffhausen ke Zurich dan sebaliknya pun relatif banyak. “Setidaknya setiap satu jam ada kereta yang berangkat dari Schaffhausen ke Zurich,” ujar Seif menambahkan.

Meski hanya berpenduduk sekitar 70.000 jiwa, beberapa perusahaan internasional mendirikan perwakilan usaha di Schaffhausen. Seif menyebut di antaranya Unilever, Tyco, Abbott Laboratories, Merck, dan Bosch. Perusahaan internasional pun mengadakan acara tahunan ataupun pertemuan rutin di sini.

Anna Wiman, Direktur Pemasaran Hotel Arcona Living Schaffhausen, mengatakan, sekitar 60 persen dari tamu di hotel ini berkaitan dengan kepentingan bisnis, disusul dengan turis yang menginap selama 1-2 malam. Arcona Living Schaffhausen termasuk hotel berkapasitas besar, yakni 140 kamar, karena umumnya hotel di sini berkapasitas 20-50 kamar.

“Selain dari negara-negara di Eropa dan Amerika, belakangan ini semakin banyak tamu kami dari Tiongkok yang mempunyai kepentingan bisnis di sini,” kata Wiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *