avontur-wakatobi-1

AVONTUR | 24 JAM

Posted on Posted in blog, travel

JELAJAHIDUNIA.COMPERTENGAHAN Juni, kami mengunjungi dua pulau di antaranya, Wangi-wangi dan Kaledupa. Perjalan dimulai dari Wangi-wangi, ibu ktoa kabupaten, yang juga menjadi pitnu masuk melalui Bandar udara Matahora.

SENIN 16.00: Benteng Liya

Kami memulai wisata di Wangi-wangi tidak seperti orang kebanyakan. Jika wisatawan pada umumnya langsung berenang, snorkel, atau sekedar bermain air pantai yang jernih, kami memulai wisata dengan mengunjungi kawasan bersejarah di pulau ini. Berjarak tidak kurang 7 kilometer dari pusat kota, setelah melewati jalan menanjak dan berliku, sisa Benteng Liya berdiri di perbukitan.

Benteng ini, menurut Lawahidu (47), salah seorang tokoh masyarakat yagn kami temui, terdiri dari empat lapis. Benteng palign luar melindungi kawasan dengna luas sekitar 5 kilomter persegi, dan benteng palign dalam sekitar 500 meter persegi. Benteng-benteng yang dimaksud terbaut dari batu gunung dengan tinggi kurang lebih 3 meter.

Di dalam benteng palign dalam, tambah Lawahidi, merupakan kompleks pemakaman. Benteng ini merupaka npenignggal dari kesultanan Buton.

Selain benteng, juga terdapat Masjid Keraton Liya, sebagai bagian berserjarah dari kawasan ini. Meski belum rutin ,sejumlah kegiatan budaya sering diselenggarakan di tempat ini, utamanya saat menyambut tamu atau saat dilakukan kegiatan bertaraf internasional.

19.00: Menyantap Parende

Parende adalh makanan khas orang Buton ,yang juga familier di Wakatobi. Tidak heran, sebagian besar penduduk di Wakatobi jgua bersuku Buton. Parende, yang berbahan dasar ikan, menyajikan rasa yang sederhana, tetapi menggugah.

Beberapa potong ikan, biasanay ikan karang, dimasak dengan air asam selam beberapa saat. Daun salam, dan tidak lupa belimbing wuluh, melengkapi cita rasa ikan segar yang lembut. Perende serupa gadis desa yang menampilkan kesederhanaan, anggun, dan manis, tanpa perlu bersolek berlebihan.

SELASA 10.00: Sombu

Inilah salah satu lokasi melihat alam bawah laut Wakatobi yang tersohor di Wangi-wangi. Hanay berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat kota, lokasi snorkeling ekaligus penyelaman ini telah menunggu untuk diselami.

Lihatlah beningnya air laut di pantai berpasir putih. Sekitar 200 meter dari pantai, gradsai warna hijau dan biru terliaht jelas. Ini adalah batas laut dangkat dan laut dalam. Karang-karang berbagai jenis dan ukuran menyambut. Ikan-ikan berupa-rupa bentuk dan warna berenagn denga lincah. Di tubir laut, karang-karang menempel hingga jauh ke dasar.

Cerahnya matahari ditambh beningnya air laut membuat pemandanga sangat eksotis. Sayang di beberapa tempat, bekas bom terlihat jelas dengna karang-karang yang hancur. Untuk menyewa alat snorkel atau pelengkapan menyelam, sejumlah tempat penyewaan tersedia di dekat tempat ini.

16.00: Sore di Mola

Suku Bajo di Desa Mola, Wangi-wangi Selatan, hidup di pinggir laut, mempertahankan eksistensinya sebagai bangsa penakluk laut. Ratusan rumah kayu dengna tiang-tiang juga dari kayu berdiri di atas laut. Lorong-lorong selebar 2 meter menjadi jalan kapal “bodi” mereka menuju rumah.

Di Kampung Bajo ini, kami menyew kapal milik Husein (25) warga setempat. Suku Bajo, perantau yang tersbar di seantero  belahan dunia, beranak pinak dengan caranya yang khas: di atas laut. Malah, amsih ada sebagian orangtua mereka yang tidak mau ke pisisr ,dan menetap di karang-karang bersama perahunya.

Di Desa Mola ini, kami mengitar ikawasana suku BAjo diiringi matahari yang peralah tenggelam. Termpias cahay berwarna keemasan menerobos rumah-rumah panggung lalu memantul di atas air. Sungguh suasana yang eksotis dan meneduhkan hati.

18.00: Pasar Malam Wanci

Sebenarnya, pasar ini mulai buka pukul 16.00, tetapi tetap disebut pasar malam. Aneka jenis dagangan dijajakan pedagang di lokasi yang memanjang ke tepi pantai. Aroma berupa-rupa penghuni laut menyeruak, tetapi tidak menyengat.

Satu yang tidak boleh  ketinggalan adalah mencoba sate ikan yang dijajakan pedagang. Ya, ikan tuna yang kakap yang dipotong kecil-kecil, lalu ditusuk ke bilah bamboo. Ikan ini lalu diasap hingga matang sehingga mengeluarkan bau ikan yang  harum dan memikat. [Sources : Kompas, Minggu, April 10, 2016 | Oleh : GAL/EMG/JAL]

Keterangan gambar : 

  • avontur-wakatobi-1Wisatawan menikmati terumbu karang di Sombu, Wango-Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Selasa (21/6).
  • avontur-wakatobi-2Selain menyelam, keindhan bawah laut Wakatobi juga bisa dinikmati dengan snorkeling. Binatang laut dan erumbu karang.
  • avontur-wakatobi-3Perkampungan suku Bajo. Anak-anak bermain di situs budaya benteng kerato nliya.
  • avontur-wakatobi-4Aktivitas perdagangan di pasar malam.
  • avontur-wakatobi-5Aneka olahan ikan, seperti ikan bakar dan parende (olahan ikan berkuah dengna bumbu yang segar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *