Tumpukan sampah di tepi Waduk Pluit pada November 2012 dan wajah Waduk Pluit di awal September 2016.

Kompas/Wawan H Prabowo (WAK)
08-09-2016

Essay Foto "Surutnya Sampah di Kali Jakarta"

AVONTUR | FOTO PEKAN INI

Posted on Posted in PHOTOGRAPHY

Tukang-jalan.comENDAPAN lumpur dan sampah. Itu wajah sejumlah sungai dan waduk di ibu kota jakara masa lalu. Kala itu, sampah layaknya menjadi penghuni abadi sungai dan waduk yang tak kunjung pergi. Sungai dan waduk telah berubah menjadi lautan sampah.

Sebagian sungai dan waduk di Jakarta nan kumuh, kotor, dan penuh sampah beberapa tahun lalu sempat diabadikan oleh para fotografer harian Kompas. Mereka diantaranya Agus Susanto (Kali Besar), Iwan Setiayawan (Pintu Air Manggarai), Lasti Kurnia (Kanal Barat dan Kali Sunter), serta Wisnu Widiantoro (Waduk Pluit). Ketika foto-foto itu dihadirkan kembali dalam satu bingkai bersanding dengan kondisinya saat ini, terlihat betap kelamnya nasib sungai-sungai dan waduk di Jakarta periode silam.

Kali sunter yang dulu terlihat kumuh dan penuh sampah kini berubah lebih bersih. Sampah di Kali Besar yang mengganggu pemandangan di depan Menara Syahbandar saat ini telah pudar. Pintu Air Manggarai yang dulunya kerap berlimpah sampah sekarang tampak rapi. Pendangkalan Waduk Pluit akibat timbunan sampah dan penuh enceng gondok berubah menjadi ruang terbuka hijau nan asri.

Rupa sungai di Jakarta yang hingga kini masih lekat dengan kiriman sampah ditemui di Kanal Barat, tepat berada di bawah jembatan Jalan Prof Dr Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat. Kerja keras petugas kebersihan dan pengerahan alat berat belum mampu membendung sampah yang tak kunjung sudah mengalir ke Kanal Barat.

Meskipun begitu, kondisi itu jauh lebih baik jika dibandingkan dengan di era lalu di mana Kanal Barat dijadikan masyarakat sebagai tempat membuang dan membakar sampah.

Sejak digulirkannya proyek normalisasi oleh pemerintah, sampah yang membanjiri sungai dan waduk di Jakarta mulau surut. Dalam keseharian, kerja keras para petugas Unit Pelaksana kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Kebersihan DKI Jakarta yang tanpa kenal lelah meraup sampah telah mengubah sungai dan waduk di Jakarta menjadi lebih tertata.

Semoga saja, gambaran sungai dan waduk di Jakarta saat ini bisa menyadarkan betapa buruknya perilaku masyarakat terhadap sungai dan waduk di masa lalu. Sebuah masa saat sungi tak bisa lagi mengalirkan air dan waduk tak mampu meredam limpahan air hujan…[ */tukang-jalan. Com – Sumber : Kompas, Minggu, 3 Juli 2016 | Oleh : Wawan H Prabowo)

# Tumpukkan sampah ditepi Waduk Pluit pada November 2012 dan wajah Waduk Pluit di awal September 2016

Kali Sunter yang penuh sampah di bulan November 2012 dan Kali Sunter pada awal September 2016. Kompas/Wawan H Prabowo (WAK) 08-09-2016 Essay Foto "Surutnya Sampah di Kali Jakarta"

#Kali Sunter yang penuh sampah di bulan November 2012 dan Kali Sunter pada awal September 2016

Potret sampah yang memenuhi Kali Besar, pada Januari 2013 dan kondisi Kali Besar awal September 2016. Kompas/Wawan H Prabowo (WAK) 08-09-2016 Essay Foto "Surutnya Sampah di Kali Jakarta"
#Potret sampah yang memenuhi Kali Besar pada Jumat 2013 dan kondisi Kali Bear awal September 2016.

 

Tumpukan sampah yang terbakar di Kanal Banjir Barat pada Desember 2013 dan aktivitas pembersihan sampah oleh petugas di awal September 2016. Kompas/Wawan H Prabowo (WAK) 08-09-2016 Essay Foto "Surutnya Sampah di Kali Jakarta"

#Tumpukkan sampah yang terbakar di Kanal Barat pada Desember 2013 dan aktivitas pembersihan sampah oleh petugas di awal September 2016.

 

 

Kondisi Pintu Air Manggarai yang tersumbat sampah pada Juli 2013 dan situasi Pintu Air Manggarai awal September 2016. Kompas/Wawan H Prabowo (WAK) 08-09-2016 Essay Foto "Surutnya Sampah di Kali Jakarta"
#Kondisi Pintu Air Manggarai yang tersumbat sampah pada Juli 2013 dan situasi Pintu Air Manggarai awal September 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *