malabar

TERAS KITA | REUNI PARA PENJELAJAH

Posted on Posted in COMMUNITY

Tukang-Jalan.com® REUNI adalah saat untuk bertemu kembali, melepas kerinduan. Lebih seru lagi saat reuni diwarnai kegiatan yagn selama ini mempersatukan mereka. Itu yang terjadi saat 150-an penjelajah atau pesepeda jarak jauh bertemu di depan Gedung Sate Bandung lalu bersama-sama mengayuh ke Gunung Malabar, Jawa Barat. Canda tawa mewarnai persahabatan yang lama terjalin.

Begitulah saat Reuni Jelajah Sepeda Kompas digelar di Rumah Boscha Perkebunan Teh Malabar, Pangalengan, jawa barat. Para pehobi sepeda jarak jauh berdatangan dari berbagai kota di Indonesia, yang pernah mengikuti berbagai acara Jelajah Sepeda Kompas dan Kompas Bike yang digelar tiap tahun, selama Sembilan tahun terakhir.

Pesertanya beragam. Ada pesepeda gaek yang sehari-hari pemilik bisnis hotel berusia 70 tahun, JO Sugiono, atau rekan sesame pengusaha, Octavianus Noya (65). Ada mantan Atlet Marta Mufreni yang Sembilan tahun tak pernah absen mengikuti Jelajah Sepeda Kompas. Ada penjelajah sepeda asal Malaysia, Achmad Danial, serta Robert Wong dari Singapura.

Ada juga perempuan pesepeda yang juga pengusaha, Yoke Haulani Latief. Ada desainer batik Endy Nila Knadi. Ada beberapa pesepeda yang jadi atlet andal justru di usia di atas 50 tahun, yaiut Dede Supriatna dan Cucu Eman yang akrab dipanggil Kang Coe.

“Syarat menjadi peserta adalah pernah ikut Jelajah Sepeda Kompas atau Kompas Bike. Entah mengapa yang hadir sebagai besar yang senior atau di atas 35 tahun. Peserta terbanyak justru yang 50 tahunan,” ujar Yudi Noor, pesepeda yang juga pengusaha sekaligus ketua panitia.

Selama Sembilan tahun digelar, Jelajah Sepda melibatkan 700-an pesepeda dari berbagai komunitas di Indonesia. Dimulai dari Anyer-Panarukan di Pulau Jawa tahun 2009, secara total Jelajah Sepeda Kompas telah menempuh 7.750 km dari Sabang di ujung barat Indonesia hingga Papua di ujung timur Indonesia. Jelajah pertama digelar pada 2009 dari Anyer Panarukan dengan jarak 1.200 km dan yang terakhir Flores-Timor (1.200 km). Jelajah Sepeda terpendek adalah perjalanan dari Papua dengan jarak sekitar 600 km, sedangkan yang terpanjang adalah Jelajah Sepeda Sabang Padang sejauh 1.539 km.

Kompas Bike mengambil rute leibh pendek, yaitu sekitar 300 km, dengan waktu tempuh tiga hari. Kompas Bike sudah lima kali digelar, yaitu Bali Bike dan Tambora Bike masing-masing dua kali, serta Minang Bike di Sumatera Barat, masing-masing dengan sekitar 200 peserta.

“Kami pilih jarak 70 km dari Bandung ke Gunung Malabar yang kira-kira mewakili jalur yang bisa ditempuh di Jelajah Sepeda,” ujar Jo Sudrajat dari komunitas Jongjoners yang juga panitia acara. Peserta pun menikmati tanjakan yang seperti tidak habis-habisnya dari permukaan aspal hingga macadam dengan sajian keindahan Parahyangan.

Sebagian peserta bahkam memulai reuni dengan cara bersepeda titik start. Ada 17 pesepeda dari Jakarta yang bersepeda dari Jakarta melalui Purwakarta dan ada empat lainnya melalui Bogor-Puncak-Cianjur. Mereka berangkat bersepeda menuju Bandung sejak Kamis (17/11). “Cuti dulu deh, demi reuni,”kata Dwi Budiarto.

Komunitas Jongjoners yang menjadi tulang punggung penyelenggara reuni jelajah mandiri ini rupanya memberikan menu lengkap kepada peserta. Prinsip someah ka semah-ramah kepada tamu- yang biasa disajikan urang Bandung mereka sajikan lengkap. Bukan saja menu makan siang yang lengkap dengan semur jengkol, tetapi juga makan malam dengan sop tengkleng hingga kambing guling.

“Kami sengaja melepas peserta yang ngacir di depan sehingga panitia praktis hanya ‘mengurus’ 20-30 orang peserta aja yang dibelakang,” kata Yudi.

Saat berada di kawasan hutan Gambung (1.700 mdpl), panitia bahkan menyediakan kopi khas Malabar. “Mau ketemu turunan panjang , biar teu tunduh (enggak mengantuk),” katanya.

Rute pilihan panitia ternyata benar-benar menyiksa. Peserta pertama menyelesaikan 70 km itu setelah 7 jam bersepeda. Sementara peserta terakhir baru masuk finis setelah 9 jam. Toh, ungkapan rasa puas dan terimakasih disampaikan peserta secara langsung maupun via grup What App Jelajah Kompas. “Ketika menjalani berat banget, tapi setelah finis rasanya puas,” kata Donal Wisbar, peserta dari Depok.

Dua hari rupanya belum cukup. Baru saja selesai reuni, sejumlah peserta sudah merencanakan reuni berikutnya. Yuk, tetaplah menjejelah! [*/tukang-jalan.com – dari Kompas, Minggu,22 November 2016|oleh: NUG|JAN|USH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *