PESONA NUSANTARA

Posted on Posted in blog

Mengintip Matahari di Pantai Batu Kora

map kepulauanSEORANG  pengunjung mengambil gambar matahari terbenam dari pesisir pantai yang berada di sisi timur gugus batu itu dengan kameranya. Salah satu momen pengambilan gambar yang paling dikejar adalah ketika matahari sejajar dengan gugusan batu. Titik pengambilan gambar dari sisi timur menunjukkan seolah-olah matahari terbenam di balik barikade batu-batu itu. Hasil gmabar berupa sinar matahari yang menembus deretan batu-batu sungguh menarik.

“Gambarnya keeren, mengintip mentari dari balik batu, he-he-he, ujar Widya (26) sambil tertawa seraya menunjukkan hasil potretannya. Widya yang berasal dair Bandung, Jawa Barat, sengaja datang ke pantai itu untuk memotret  detik-detik tenggelamnya matahari. Ia merupakan mahasiswa salah atu universitas di Jakarta yang melakukan penelitian di Kepulauan Aru.

Tiga pecahan batu besar yang kelilingnya lebih dari 7 meter, dengan tinggi sekita 5 meter dari dasar laut berbanjar tegak ke tengah laut itu memang merupakan daya tarik utama di pantai tersebut. Di pantai itu ada juga beberapa batu lain berukuran lebih kecil berdiri di sana memberntuk sebuah gugus bat u dengna jarak lebih kurang 50 meter hingga 70 meter dari garis pantai.

Pada salah satu bongkahan batu terbesar, di bagian atas terdapat lapisan tanah yang ditumbuhi pohon kelapa dan pinus. Pinus merindang hijau dan kelapa tegak menjulang subur seperti halnya tumbuh dihabiat aslinya. Ketiak laut surut hingga belasan meter dari bibir pantai, pengunjung dengan mudah mendekati batu-batu itu.

Wisatawan menikmati suasana di Pantai Batu Kora di Desa Wangel, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Maluku, suatu senja pada awal April lalu
Wisatawan menikmati suasana di Pantai Batu Kora di Desa Wangel, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Maluku, suatu senja pada awal April lalu

Deretan batu yagn terbilang unik tampak sempurna karena dibingkai pesisir pantai berpasir putih sejauh hampir 2 kilometer. Di sana berdiri ratusan pohon nyiur shingga membuat suasana terasa asari kendati matahari siang menyengat. Terdapat pula lima gazebo sederhana beratap daun kelapa. Pengunjung bisa istirahat sambil menikmati buah kelapa muda yang dijual warga setempat.

Selesai menyantap kelapa muda, pengunjung bisa berenang menikmati birunya laut. Semilir angin laut yang mengundang rasa kantuk dapat mengantar pengunjung beristirahat  sejenak. Jangan khawati, tempat tersebut amatn, warga yang ditemui ramah menyapa dan memberi senyum. Untuk menikmati suasana di sana, pengunjung cukup membayar Rp.50.000.

Sajian pesonanya memang menggairahkan penikmat wisata sehingga menjadi pilihan utama warga Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru, dan sekitarnya. Jaraknay sekitar 3 kilometer dari Dobo.

Para wisatawn dan tamu daerah dari luar daerah yang berkunjung ke sna juga disarankan agar terlebih dahulu mendatangi tempat itu sebelum menjelajahi tempat wisata lain. Begitu kata Muhaning Goulap, Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata dand Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Aru.

Namun, warga stempat selalu wanti-wanti kepada pengunjung yang baru pertama kali datang ke pantai itu agar tidak mendekati batu besar tersebut sendirian. Mereka harus ditemani warga setempat atau pemilih lahan itu, yakni dari keluarga marga Watumlawar.

Tonggak Sejarah

Pantai batu kora
menikmati suasana pantai batu kora di desa wangel, kecamatan pulau aru,maluku. Suatu senja pada awal april.

Kehidupan pantai Batu Kora menyimpan cerita. Konon, pecahan batu itu merupakan tonggak sejarah penentuan kasata darlam kehidupan sosial masyarakat Aru. Itu bermual dari “pengrang “ antara dau saudara, ursia dan Urlima, utnuk membuktikan  siapa menjadi yang sulung di antara mereka. Urlima menggunakan simbol ikan paus, sedangkan Ursia melambangkan diringa dengan ikan hiu.

Keduanya pun melakukan lomba mendayung perahu dari Fatujuring, sebuah desa di Aru bagian selatan, menuju temapt itu. Dalam perlombaan, Ursai tidak bisa mencapai garis akhir karena sampannya karam dihantam gelombang.

Sementara itu, Urlima berhasil mencapai tempat itu dan sampannya menabrak sebuah bongkahan batu hingga batu tersebut pecah menjadi tiga bagian. Hukum alam membuktikan, Urlima-lah menjadi yang sulung dalam strata sosial masyarakat Aru.

Tokoh masyarakat Aru, yang juga mantan Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru, Benny Tulanem, mengatakan, pecahnya Batu kora adalah bukti yang tak bisa terbantahkan. Batu kora seakan menjadi simbol Urlima. Itu ditegaskan dengan terdamparnya ikan paus setiap tahun, pada Januari hingga April.

Kendati kaya dengna lokasi wisata yang eksotis, belum banyak wisatawan yang datang ke Kabupaten Kepulauan Aru dalam satu tahun, wisatawan mancanegara yang berkunjung tidak lebih dari 15 orang. Selain kurang promosi, akses menuju Dobo juga minim.

Dalam sehari, hanya satu pesawat melayani rute Ambon-Dobo, yakni Trigana Air Service, pesawat ATR 42 weri 300 dengan kapasitas 40 penumpang. Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Aru Arens Uiplaita mengatakan, panjang landasan lapangan terbang Rar Gwamar Dobo akan ditambah dari 1200 meter menjadi 2000 meter [Sumber : KOMPAS, JUMAT, 24 JULI 2015,  oleh FRANSISKUS PATI HERIN |image taken from Google]

Menikmati keindahan sunset di Pantai Batu Kora
Menikmati keindahan sunset di Pantai Batu Kora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *