redsquarenorthside

Delapan Abad Perubahan MOSKWA

Posted on Posted in ADVENTURE, blog, EXPLORE, PERJALANAN

st-basil-cathedral-moscow-10#Gereja Saint Basil yang dibangun pada abad ke-16 menjadi salah satu landmark di Lapangan Merah (Krasnoyarsk Ploschad) di pusat Moskwa. Wisatawan selalu menyempatkan diri berpose di Lapangan Merah yang menjadi ikon wisata Rusia.

Tukang-jalan.com –  SAAT baru tiba di Bandara Domodedovo, Moskwa, menjelang petang, Kompas bersama seorang wartawan Kantor Berita bernama Malaysia memiliki waktu tersisa sekitar tujuh jam sebelum langit menjadi gelap sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Bermodal sepatah dua patah kata bahasa Rusia, kami memutuskan pergi ke Lapangan Merah dengan menumpang kereta bawah tanah yang disebut Metro.

Setiba di Stasiun Metro VDNKH (dilafalkan vedenka) di dekat Museum Aeronotika, tempat pameran 50 tahun misi Yuri Gargarin berlangsung. Kesulitan langsung menghadang, Mesin penjual tiket hanya menyajikan layanan dalam huruf Cirillic yang berbeda dengan alphabet latin.

Setelah bertanya ke beberapa muda-mudi, kami pun memilih tiket perjalanan pulang-pergi seharga 56 rubel darI VDNKH ke Stasiun Okhotny Ryad, temapt terdekat ke Lapangan Merah dan Kremlin yang bersebelahan.

Kurang dari dua puluh menit, perjalanan Metro Moskwa dari VDNKH ke Okhotny Ryad. Kereta bawa htanah Moskwa, yang mulai beroperasi tahun 1930-an, melayani 12 juta penduduk kota dan setiap tahun mengangkut 3,3 miliar penumpang menjadi solusi cerdas buat kota berpenduduk padat.

Kami berdua menuju salah satu pintu keluar Stasiun Metropolitan Okhotny. Lagi-lagi tersasar. Namun, untunglah kami berjalan ke salah satu jurusan ke depan gedung Bolshoi Theater (secara harafiah berarti teater besar), tempat balet danau angsa yang terkenal itu dipentaskan. Sayanya, saat ini Bolshoi Theater sedang direnovasi.

Kami berjalan menyusuri jalan Tverskaya-bulevar ala Sudirman-Thamrin di Moskwa-hingga disudut jalan terliaht gedung-gedung berwarna merah. Itulah Kremlin dan Lapangan Merah alias Krasnoyarsk Ploschad.

Bergegas kami melewati Lpaangan Revolusi-peringatan Revolusi Bolshevik-menurni terowongan penyeberangan dan tiba di depan Lapangan Merah. Terliaht pintu gerbang merah yang dibangun kembali medio tahun 1990-an setelah Glasnot dan Perestroika dicanangkan Presiden Mikhail Gorbachev.

Bersebelahan dengan gerbang terlihat bangunan serba merah, itulah Museum Sejarah Nasional. Sementara di depan museum terlihat patung seorang jenderal di atas kuda sebagai peringatan Perang Dunia II (Orang Rusia menyebutnya sebagai Perang Patriotik). Jenderal tersebut adalah Giorgi Zhukov yang mengalahkan pasukan Jerman dan menguasi Berlin Bulan Mei 1945.

Zhukor sebetulnya secara tidak langsung turut memicu invasi Jepang ke Asia Tenggara. Apa pasal? Pada bulan September 1939, Zhukov mengalahkan bala tentara Nippon di perbatasan Mongolia. Jepang yang melancarkan agresi serta memperluas wilayah selepas menguasai Manchuria dihancurkan Zhukov. Jepang lalu mengalihkan sasaran ekspansi ke Asia Tenggara dan Perang Pacific pecah!

Memasuki Lapangan Merah, kami menyaksikan Gereja Our Lady of Kazan. Gereja itu juga dibangun kembali medio 1990-an. Kami berada di tengah kompleks perbentengan-Kremlin dalam bahasa Rusia secara harafiah berarti benteng-yang menjadi cikal bakal bangsa Rusia merdeka pada tahun 1400-an hingga 1500-an yang sempat berada di bawah kekuasaan Khan di Kazan dan bangsa Polandia.

luzhniki-stadium-exterior#Stadiun Luzhniki di Moskwa yang dibangun tahun 1950-an merupakan kembaran Gelora Bung Karno di Jakarta yang dibangun dengan bantuan Uni soviet pada awal tahun 1960-an.

#Wisatawan dan warga Moskwa menikmati air mancur di salah satu sudut Kremlin. Warga melemparkan uang receh ke kolam di air mancur tersebut dengan mengutarakan maskud baik dan memperoleh keberuntungan.ikon wisata

20054#Gedung Lubjanka merupakan bekas markas intelinjen Uni Soviet, KGB, yang ditakuti. Kini gedung ini menjadi salah satu ikon wisata dan masih berfungsi sebagai kantor badan Intelejin Federasi Rusia, FSB.

Tepat di ujung Lapangan Merah terliaht bangunan berkubah warna-warni yang dulu dikenal di Indonesia dalam permainan computer Tetris, itulah Gereja Santo Basil. “Ada empat menara dengan kubah warna-warni. Itu menandakan emapt penjuru mata angin. Gereja ini dirancang seorang arsitek Italia,” kata Sobolev.

Moskwa pun menjadi potret keberagaman. Ada asekitar 100 kelompok etnis hidup di Rusia. Bangsa Rusia tidak menggunakan istilah mayoritas dan minoritas dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Alexander Sobolev menunjukkan sebuah mesjid terbesar di Rusia yang sedang dibangun tidak jauh dari cincin emas moskwa.

Salah satu landmark di Lapangan Merah adalah Mausoleum Lenin yang sayangnya sedang ditutup karena ada persiapan sebuah pertunjukkan seni yang menempatkan sebuah panggung di dekat Bapak Komunis Dunia itu.

Tempat lain yang layak dikunjungi adalah pertokoan GUM yang memanjang di seberang Mausoleum Lenin. Tempat itu merupakan pertokoan resmi Negara di era komunis. Tak juah dari sana terdapat pertokoan bawah tanah yang menyambung dengan Stasiun Metro.

Masih pada kawasan sama, terdapat tembok peringatan Perang Dunia II, api abadi, dan tulisa ndalam aksara Cirilic yang mencatat sejumlah lokasi pertempuran berdarah, seperti Tula dan Sebastopol. Terlihat tiga serdadu menjaga lokasi, sepertu Guardsman yang menjaga Istana Buckingham di London.

Malam pun menjelang. Sejumlah muda-mudi Rusia berbaur dan menghabiskan malam musim panas yang indah.[sumber: KOMPAS, MINGGU, 10 JULI 2011 | OLEH : IWAN SANTOSA ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *